Selasa, 23 April 2019

Teori Penciptaan Planet Bumi


Teori Kabut Gas (Nebula)

Teori Kabut/ bola Gas oleh Immanuel Kant
Inti Teori : tata surya berasal dari bola gas bersuhu tinggi dan berputar lambat sehingga terjadi konsentrasi (pemusatan) zat bermasa jenis tinggi, kemudian mendingin dan menjadi matahari, sedangkan yang kecil-kecil disekelilingnya menjadi planet.

Teori Nebula oleh Pierre Simon de Laplace
Inti Teori : tata surya berasal dari bola gas (nebula) bersuhu tinggi dan berputar cepatsehingga menyebabkan materi terlempar. Materi yang terlempar mengalami pendinginan dan membentuk planet, sedang pusatnya menjadi matahari.

Teori Planetisimal

Dikemukakan oleh Chamberlein dan Multon Inti Teori : tata surya berasal dari dua bintang yang
saling berpapasan sehingga terjadi tarik menarik antar bintang yang meninggalkan
gumpalan gumpalan (planetisimal) diangkasa yang kemudian membeku menjadi planet.


Teori Pasang Surut

Dikemukakan oleh Jeans dan Jeffres
Inti Teori : tata surya berasal dari dua bintang yang saling bersimpangan sehingga menimbulkan pasang yang mirip cerutu pada permukaan bintang yang mengelilingi salah bintang dan pecah menjadi butiran kecil, kemudian mendingin menjadi planet.


Teori Awan Debu (Protoplanet)


Dikemukakan oleh Weizsaeker disempurnakan Kuiper

Inti Teori : tata surya berasal dari awan gas dan debu yang saling tarik menarik hingga membentuk gumpalan besar, kemudian mengalami gerak pilin membentuk cakram yang tebal di bagian tengah. Yang tengah jadi matahari, yang pinggir jadi planet.

Teori Bintang Kembar
Dikemukakan oleh Lyttleton

Inti Teori : tata surya berasal dari dua bintang yang salah satu bintang meledak, karena gravitasi bintang yang tidak meledak, materi pecahan tertarik dan mengelilinginya. Bintang yang tidak meledak jadi matahari, pecahan bintang menjadi planet.


Selasa, 26 Maret 2019

BAB II LANGKAH PENELITIAN GEOGRAFI



A. SIFAT STUDI GEOGRAFI
1.  Rasional à sesuatu yang masuk akal dan terjangkau oleh penalaran manusia
2.  Empiris à menggunakan cara tertentu yang dapat diamati dengan panca indera, atau sesuai dengan fakta di lapangan
3.  Sistematis àmenggunakan proses dengan urutan langkah-langkah logis, teratur, dan terkontrol
4.  Objektif àpengetahuan yang diperoleh sesuai dengan objeknya atau di dukung oleh fakta empiris (kenyataan di lapangan)
5.  Universal àpengetahuan berlaku secara umum dan jika melalui eksperimen yang sama akan diperoleh hasil yang sama
6.  Terbuka àkebenarannya siap diuji kapan saja dan oleh siapa saja

B. PENDEKATAN ANALISIS STUDI GEOGRAFI
1.    Pendekatan Keruangan/Spasial
2.    Pendekatan Kelingkungan/ Ekologi
3.    Pendekatan Kompleks Wilayah/ Kewilayahan



C. METODE ANALISIS GEOGRAFI
1.    Analisis Kualitatif : cara analisis data tanpa konversi ke angka (deskripsi atau kata-kata)
2.    Analisis Kuantitatif: cara analisis data dengan konversi ke angka

D. TEKNIK PENGUMPULAN DATA GEOGRAFI
1.       Observasi: pengumpulan data dengan melakukan pencatatan dan pengamatan terhadap objek penelitian baik secara langsung maupun tidak langsung
a.    Observasi berperan serta (partisipatif): peneliti terjun langsung/ ikut membaur dalam kegiatan yang dilakukan oleh objek penelitian
b.    Observasi non Partsispan: peneliti tidak ikut serta dalam kegiatan objek penelitian
2.       Wawancara/interview: pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan secara langsung kepada responden.
a.    Wawancara terstruktur: peneliti sudah membuat daftar pertanyaan yang akan di tanyakan kepada responden (objek penelitian)
b.    Wawancara tidak terstruktur: peneliti tidak membuat daftar pertanyaan, hanya berupa pedoman pertanyaan saja.

1.       Angket/kuesioner: pengumpulan data dengan mengajukan daftar pertanyaan kepada responden untuk diisi.
a.    Angket terbuka: angket yang isinya dapat diisi sesuai dengan kehendak responden
Contoh: Hal apa saja yang ibu dapatkan saat di posyandu? Jawab: ...........
b.    Angket tertutup: angket yang sudah disediakan jawabannya sehingga responden memilih jawaban yang tersedia.
Contoh: Apakah ibu pergi ke posyandu?
 a.. Selalu    b. Kadang-kadang     c. Tidak pernah
c.     Angket Campuran: angket yang jawabannya sudah tersedia namun responden juga dapat memberikan jawabannya sendiri.
Contoh: Apakah ibu selalu memasak sayuran setiap hari? a. ya     b. Kadang-kadang
 Alasan: ...................
2.       Studi Dokumentasi/Pustaka: pengumpulan data dengan menggunakan sumebr dokumen. Dokumen dapat berupa tulisan, gambar, atau karya monumental. Misal: tertulis àbuku catatan harian, biliografi, peraturan, kebijakan, media masa (koran, majalah); gambar à foto, gambar hidup; karya àkarya seni (film, lukisan, patung)

E. TEKNIK ANALISA DATA GEOGRAFI
1.       Mengedit Data: meneliti kembali data yang telah terkumpul dengan meniali apakah cukup relevan (baik) untuk diolah lebih lanjut. Hal-hal yang diteliti:
a.    Kelengkapan pengisian kuesioner
b.    Keterbacaan tulisan
c.     Kesesuaian jawaban
d.    Keseragaman dalam kesatuan
2.       Pengkodean: tujuan untuk menyederhanakan jawaban sehingga mempermudah dalam mengolah data
3.       Tabulasi Data: proses penyusunan dan analisis data adlam bentuk tabel

Jenis Data Geografi
Berdasarkan sumbernya: data primer (langsung dari responden) dan data sekunder (data tidak langsung)
Berdasarkan sifatnya:  kualitatif (tanpa konversi ke angka) dan kuantitatif (dg angka)
Berdasarkan cara mendapatkannya:
1.    diskrit (data berupa angka yg diperoleh dg cara membilang dan berupa bilangan bulat),
contoh: jumlah siswa kelas X A= 32 orang
2.    kontinum (data berupa angka/bilangan yg diperoleh berdasarkan hasil pengukuran dan dapat berupa bilangan bulat maupun pecahan). Contoh: tinggi badan Ali = 176,5 cm
Berdasarkan skala pengukuran:
1.    Data Nominal: pengelompokan berdasarkan kategori tertentu, menunjukkan perbedaan kualitatif. Contoh: jenis kelamin, agama, pekerjaan, warna
2.    Data Ordinal: pengelompokan berdasarkan kategori tertentu yang telah disusun secara berjenjang menurut besarannya/tingkatannya. Contoh: pendidikan, jabatan, tinggi badan
3.    Data Interval: data hasil pengukuran yang dapat diurutkan atas dasar kriteria tertentu serta menunjukkan sifat data ordinal namun tidak ada angka nol mutlak. Contoh: temperatur 0 oC sampai 1 oC memiliki jarak = temperatut 7 oC samapi 8 oC. Tapi tidak dapat dikatakan suhu 20 oC adl separuh dari 40 oC. Suhu nol oC tidak berarti tidak memiliki suhu sama sekali.
4.    Data Rasio: memiliki sifat semua data nominal, ordinal. Interval, data berbentuk angka dalam harti sesungguhnya, ada nilai nol mutlak. Contoh: panjang sungai dalam satuan meter, tinggi gunung dalam meter, luas sawah dalam satuan hektar (ha)


F. PUBLIKASI HASIL PENELITIAN GEOGRAFI
1.    Bagian Pembukaan
   Halaman judul
   Halaman pengesahan
   Halaman persetujuan
   Halaman persembahan dan motto
   Kata pengantar
   Abstrak
   Daftar Isi
   Daftar Gambar
   Daftar Tabel
   Daftar Lampiran
2.    Bagian Isi
   Bab I      Pendahuluan
A.   Latar Belakang Penelitian/Masalah
B.    Identifikasi Masalah
C.    Maksud Dan Tujuan Penelitian
D.   Manfaat Penelitian
   Bab II    Landasan Teori
A.   Telaah Pustaka
B.    Landasan Teoritik
C.    Hipotesa
   Bab III   Metodologi Penelitian
A.   Identitas Variabel/ Definisi Operasional Variabel
B.    Populasi dan Sampel
C.    Metode Pengumpulan Data
D.   Metode Analisis dan Teknik Analisis Data
(apabila menggunakan statistik)
   Bab IV   Analisis Data
3.    Bagian Penutup
   Bab V Kesimpulan dan Saran
A.      Kesimpulan
B.      Saran
   Daftar Pustaka
   Lampiran







Senin, 11 Februari 2019

BAB I :Pengetahuan Dasar Geografi


A. RUANG LINGKUP PENGETAHUAN GEOGRAFI
Geografi berasal dari bahasa Yunani, Geo = bumi; graphein = menulis, menjelaskan.
Menurut Eratosthenes (bapak Geografi), geografi berasal dari kata geographica berarti penulisan/ gambaran tentang bumi.
Menurut seminar dan Lokakarya oleh IGI di Semarang tahun 1988, geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer di muka bumi dikaji dari sudut pandang kelingkungan, kewilayahan dalam konteks kewilayahan.
GEOSFER (lapisan bumi) à LABAH :
L = litosfer (lapisan batuan di bumi)
A = atmosfer (lapisan udara)
B = biosfer (lapisan kehidupan [hewan dan tumbuhan])
A = antroposfer (lapisan manusia meliputi EkSosBudPol)
H = hidrosfer (lapisan air)


B. KONSEP ESENSIAL GEOGRAFI DAN CONTOH PENERAPANNYA
1.       Konsep Lokasi: letak suatu tempat
a.    Lokasi Absolut/ Astronomis àberdasarkan garis lintang dan bujur
b.    Lokasi Relatif/ Geografis àberdasarkan lingkungan sekitarnya
2.       Konsep Jarak
a.    Lokasi Absolut àberdasarkan satuan ukuran (m, km, mill)[geometrik]
b.    Lokasi Relatif àberdasarkan satuan waktu
3.       Konsep Keterjangkauan: mudah tidaknya suatu tempat untuk di jangkau
4.       Konsep Morfologi: tinggi rendahnya suatu tempat
5.       Konsep Aglomerasi: pengelompokan kenampakan/peristiwa alam
6.       Konsep Pola: berhubungan dengan susunan, bentuk atau persebaran fenomena dalam ruang di muka bumi baik fisik maupun budaya
7.       Konsep Interaksi/Interdependensi: kegiatan saling mempengaruhi daya atau objek antara satu tempat dengan tempat yang lain.
8.       Konsep Nilai Kegunaan:  pemanfaatan fenomena di permukaan bumi yang bersifat relatif (tidak sama antara satu orang dengan orang yang lain)
9.       Konsep Diferensiasi Area (perbedaan wilayah): perpaduan antar berbagai unsur baik fisik maupun sosial yang membentuk suatu ciri khas bagi suatu daerah/wilayah
Konsep Keterkaitan Keruangan: keterkaitan persebaran suatu fenomena atau peristiwa dalam suatu tempat atau ruang

C. OBJEK STUDI GEOGRAFI
1.    Objek material àGEOSFER (LABAH):
L = litosfer (lapisan batuan di bumi)
A = atmosfer (lapisan udara)
B = biosfer (lapisan kehidupan [hewan dan tumbuhan])
A = antroposfer (lapisan manusia meliputi EkSosBudPol)
H = hidrosfer (lapisan air)
2.    Objek Formal àPendekatan Geografi:
a)    Pendekatan Keruangan/Spasial
b)   Pendekatan Kelingkungan/ Ekologi
c)    Pendekatan Kompleks Wilayah/ Kewilayahan

D. PRINSIP GEOGRAFI
1.       Prinsip Distribusi: suatu gejala/fakta tersebar tidak merata di permukaan bumi yang meliputi bentang alam, tumbuhan, hewan dan manusia. Contoh: persebaran barang tambang di Indonesia tidak merata di setiap wilayah.
2.       Prinsip Interelasi: hubungan saling terkait dalam ruang antara gejala yang satu dengan yang lain. Contoh: kemiringan lereng suatu tempat aklan mempengaruhi ketebalan tanahnya.
3.       Prinsip Deskripsi: memberikan gambaran atau penjelasan lebih jauh tentang suatu peristiwa/fenomena. Digunakanuntuk menjelaskan sebab akibat interelasi antara satu peristiwa dengan peristiwa yang lain baik dengan gambar, peta, tabel, diagram, dan grafik.



4.       Prinsip Korologi:  gabungan dari ketiga prinsip yang lain. Prinsip ini mengkaji fakta, gajala peristiwa ditinjau persebarannya dan interelasinya dalam ruang. Contoh: pulau jawa adalah pulau dengan penduduk padat. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti ibukota negara berada di pulau jawa, kesuburan tanah lebih baik bila dibandingkan dengan pulau lain di Indonesia, pembangunan cepat dan fasilitas umum tersedia.

Kamis, 22 November 2018

Apa Itu Atmosfer?


A. Pengertian Atmosfer 
Kata atmosfer berasal dari bahasa Yunani yaitu atmos artinya udara dan sphaera artinya lapisan. Atmosfir adalah lapisan udara yang melindungi bumi.

Atmosfir berguna untuk melindungi makhluk hidup yang yang ada di muka bumi karena membantu menjaga stabilitas suhu udara siang dan malam, menyerap radiasi dan sinar ultraviolet yang sangat berbahaya bagi manusia dan makhluk bumi lainnya. Selain itu atmosfer juga berfungsi sebagai pemantul gelombang radio, sarana penerbangan, serta penangkal bumi dari serangan meteor.

Kandungan dalam lapisan atmosfir bumi
• Nitrogen 78,17%
• Oksigen 20,97%
• Argon 0,98%
• Karbon dioksida 0,04%
• Sisanya adalah zat lain seperti kripton, neon, xenon, helium, higrom dan ozon.

B. Lapisan-lapisan Atmosfer
1. Troposfer / Troposfir
Merupakan lapisan terbawah dari atmosfer yang memiliki ketinggian 16-18 km di equator dan 8-10 km di kutu., Suhu lapisan troposfir berkisar antara 17- (-52) derajat celcius, kurang lebih 80% gas atmosfer berada pada bagian ini.

2. Stratosfer / Stratosfir
Lapisan ini memiliki ketinggian : 15 - 40 km, suhu lapisan stratosfer : -57 derajat celcius. Lapisan ozon yang memblokir atau menahan sinar ultraviolet berada pada lapisan ini.

3. Mesosfer / Mesosfir
Ketebalan Mesosfer : 45 - 75 km, suhu lapisan stratosfer : -140 derajat celcius, suhu yang sangat rendah dan dingin dapat menyebabkan awan noctilucent yang terdiri atas kristal-kristal es.

4. Thermosfer / Thermosfir
Ketebalan themosfer : 75 - 100 km, suhu lapisan stratosfer : 80 derajat celcius

5. Ionosfer / Ionosfir
Lapisan ionosfer memiliki ketebalan antara 50 - 100 km. Ionosfer adalah lapisan yang bersifat memantulkan gelombang radio. Karena ada penyerapan radiasi dan sinar ultra violet maka menyebabkan timbul lapisan bermuatan listrik yang suhunya menjadi tinggi.

6. Eksosfer / Eksosfir
Ketebalan eksosfer : 500 - 700 km, suhu lapisan stratosfer : -57 derajat celcius, tidak memiliki tekanan udara yaitu sebesar 0 cmHg

C. Unsur-Unsur Cuaca dan Iklim 
Cuaca adalah keadaan udara yang terjadi pada waktu dan daerah tertentu. Ilmu yang mempelajari cuaca adalah meteorologi. Iklim adalah keadaan cuaca rata-rata pada daerah yang luas dalam waktu yang lama. Ilmu yang mempelajari tentang iklim disebut klimatologi.

1. Penyinaran Matahari 
Penyinaran matahari dapat mengubah suhu dipermukaan bumi. Banyaknya jumlah panas yang dapat diterima oleh permukaan bumi tergantung pada lamanya penyinaran, kemiringan sudut datang sinar matahari ke bumi, keadaan awan, dan juga keadaan bumi itu sendiri.

2. Suhu Udara 
Suhu udara adalah keadaan panas atau dinginnya udara. Alat yang digunakan untuk mengukur suhu udara disebut termometer. Dipermukaan bumi perbedaan suhu dari satu tempat dengan tempat lainnya dipengaruhi oleh ketinggian tempat dan letak lintang.

3. Kelembapan Udara 
Kelembapan udara adalah kandungan uap air dalam udara. Alat yang digunakan untuk mengukur kelembapan udra adalah higrometer. Kelembapan udara dibagi menjadi tiga macam, yaitu:
• Kelembapan Mutlak atau Absolut
Kelembapan mutlak adalah kandungan jumlah uap air dalam 1 meter kubik udara.

• Kelembapan Nisbi
Kelembapan nisbi adalah perbandingan antara tekanan uap air yang dikandung udara dengan jumlah maksimum uap air yang dapat dikandung udara pada tekanan dan temperatur tertentu yang dinyatakan dalam persen.

• Kelembapan Spesifik
Kelembapan spesifik adalah perbandingan jumlah uap air yang ada dalam 1 kg udara.

4. Tekanan Udara 
Udara merupakan benda gas yang mempunyai massa, dan volume. Oleh karena itu udara memiliki tekanan yang disebut tekanan udara. Besar kecilnya udara dapat diukur dengan menggunakan alat yang disebut barometer. Besar tekanan udara dinyatakan denganmilibar (mb). Ketinggian suatu temapat sangat mempengaruhi besarnya tekanan udara. Tekanan udara disuatu tempat juga dapat berubah karena dipengaruhi oleh suhu udara. Pemanasan radiasi matahadi menyebabkan pemuaian sehingga udara akan menjadi lebih ringan.

5. Angin 
Udara yang bergerak dari daerah yang bertekanan udara tinggi ke tekanan udara yang rendah disebut dengan angin. Alat yang digunakan untuk mengukur kecepatan angin adalah anemometer. Dibawah ini adalah beberapa jenis angin, yaitu:
• Angin Siklon
Angin ini terjadi apabila daerah yang bertekanan rendah dikelilingi daerah yang bertekanan tinggi. Sesuai dengan hukum Boys Ballot, angin dibelahan bumi utara berbelok ke sebelah kanan dan angin yang berada disebelah selatan akan berbelok kiri.

• Angin Anti Siklon
Angin ini terjadi jika daerah yang bertekanan maksimum dikelilingi daerah yang bertekanan minimum. Dengan demikian angin siklon gerakannya berputar meninggalkan pusat.

• Angin Pasat
Angin ini betiup dari daerah subtropis ke daerah tropis. Hal ini terjadi karena daerah subtropis merupakan pusat tekanan tinggi, sedangkan daerah tropis merupakanpusat tekanan rendah.

• Angin Muson
Proses terjadinya angin mo=uson di Indonesia sangat dipengaruhi oleh keberadaan dua benua, yaitu Asia dan Australia serta dua samudera, yaitu Hindia dan Pasifik.

• Angin Lokal
Yang termasuk kedalam angin lokal adalah angin laut, angin lembah, angin gunung, serta angin fohn. Angin laut adalah angin yang berhembus dari lautan ke daratan. Angin darat adalah angin yang berhenbus dari darat ke laut. Angin lembah adalah angin yang bergerak dari lembah menuju puncak bukit atau gunung. Angin gunung adalah angin yang berhembus dari gunung ke lembah. Sedangkan angin fohn merupakan angin lokal yang terjadi didaerah yang terletak dibelakang pegunungan.

6. Awan 
Awan merupakan kumpulan partikel air yang melayang-layang di udara, sedangkan yang dekat dengan permukaan bumi disebut kabut. Jenis awan didasarkan pada bentuk awan dan ketinggiannya didalam atmosfer. Awan yang bergumpal disebut kumulus, awan yang berlapis disebut stratus, dan awan yang berserat disebut sirus. Sedangkan awan tinggi yang tidak memberikan hujan dinamakan alto, dan awan rendah yang memeberikan hujan dinamakan nimbus. Berdasarkan golongan utama awan dibagi menjadi sepuluh, yaitu:
• Stratus
• Stratokumulus
• Kumulus
• Nimbostratu
• Kumolonimbus
• Altokumulus
• Altostratus
• Sirus
• Sirokumulu
• Sirostratus

7. Curah Hujan (Presipitasi) 
Curah hujan adalah banyaknya air hujan atau kristal es yang jatuh ke permukaan bumi. Curah hujan juga dapat diukur dengan menggunakan corong hujan atau biasa disebut ombrometer dengan satuan inci atau milimeter. Ada empat jenis hujan berdasarkan proses terjadinya, yaitu :

a. Hujan Konveksi
Hujan konveksi adalah hujan yang terjadi karena adanya pemanasan sinar matahari pada suatu massa udara sehingga gerakan udra tersebut naik dan mengalami pengembunan. Hujan konveksi disebut juga hujan zenithal.

b. Hujan Orografis
Hujan orografis adalah hujan yang terjadi karena gerakan udara yang menaiki lereng pegunungan dan mangalami kondensasi. Udara yang telah mengalami kondensasi tersebut membentuk awan yang menimbulkan hujan.

c. Hujan Frontal
Hujan ini terjadi karena tumbukan antara udara panasdan udara dingin. Udara panas naik dan terjadi kondensasi sehingga menimbulkan hujan.

d. Hujan Konvergensi
Hujan konvergensi adalah hujan frontal pada daerah konvergensi antar tropik yang terjadi karena pertemuan dua massa udara yang besar dan tebal.

Jumat, 14 September 2018

Peristiwa Rotasi dan Dampaknya




Rotasi merupakan peristiwa berputarnya planet pada porosnya, termasuk planet bumi. Setiap planet memiliki waktu rotasi yang berbeda. Hal ini disebabkan karena kecepatan rotasi setiap planet berbeda. Misalnya, waktu atau durasi bumi dalam satu kali berputar atau berotasi adalah 24 jam.

Dampak dari rotasi adalah munculnya berbagai peristiwa dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa dampak dari rotasi bumi misalnya terjadinya peristiwa siang dan malam, terjadinya perubahan waktu, terjadinya gerak semu harian matahari, dan pembagian waktu di berbagai belahan dunia, dan lain sebagainya.

Referensi : ilmugeografi.com

Jumat, 31 Agustus 2018

Asal Mula Air di Bumi

Taukah Anda Asal Mula Air di Bumi?



Sumber : pixabay.com

Mungkin sebelum itu, kita pasti akan berfikir, bagaimana mungkin bumi yang dahulu pada awal pembentukannya memiliki suhu yang teramat panas dapat memiliki cadangan air pada saat itu.???
Akan tetapi pada kenyataannya saat ini, bumi kita tercinta ini memiliki banyak cadangan air sehingga dapat dihuni oleh manusia. Bagaimana mungkin dapat terjadi????

Nah, ini dia jawabannya..
          Jadi, pada awalnya pembentukannya, bumi memang memiliki suhu yang sangat panas. sehingga kemungkinan adnya air di bumi ini sangatlah mustahil.
Bumi, menurut teori  pembentukan Tata Surya, pada mulanya merupakan sebuah bentukan bola gas yang sangat panas dan berputar cepat. Perputaran yang sangat cepat ini pada akhirnya membentuk planet bumi yang saat itu suhunya masih sangat panas. Panas bumi ini pada akhirnya melelehkan sebagian material pembentuk bumi yang terwujud dalam bentuk magma. Magma adalah material bumi yang mencair akibat dari pemanasan oleh suhu yang tinggi. Kaena bentuknya yang cair, maka dapat dipastikan bahwa magma ini mengandung air yang ikut terlarut di dalam magma.

          Akibat dari pemanasan yang terus menerus ini dengan disertai penyinaran oleh matahari, air yang terkandung dalam magma secara perlahan mulai menguap dan mengisi atmosfer bumi. Radiasi matahari sebagian diserap oleh magma dan sebagian lagi diserap oleh uap air. Hal ini berlangsung dalam waktu yang lama hingga menyebabkan sebagian besar air yang terkandung dalam magma menguap dan magma yang panas tadi perlahan lahan mulai memadat. Sedangkan air yang menguap tadi membentuk uap air di sekeliling bumi dan membentuk atmosfer bumi. Selanjutnya, uap-uap air ini setelah terkumpul cukup banyak mengalami kondensasi sehingga turunlah hujan yang pertama dibumi. Magma yang tadinya panas menjadi dingin oleh guyuran hujan. Peristiwa ini berlangsung terus menerus hingga menyebabkan bumi menjadi banjir. Setelah berjuta-juta tahun lamanya peristiwa siklus hidrologi awal ini terjadi, lama kelamaan terbentuklah benua dan lautan pertama di Bumi dengan benua pertama adalah 'Pangea', sedngakan lautannya adalah 'Pantalesa'. 

Begitulah awal mula timbulnya air di Bumi kita tercinta ini.
Semoga bermanfaat. ^_^

(Sumber : Kuliah Hidrologi, Pendidikan Geografi UNY 2013)

Kamis, 30 Agustus 2018

Mengapa Terjadi Siang dan Malam?



Siapa yang tidak tahu peristiwa alam "siang" dan "malam"? Tentu hampir dari kita tahu akan peristiwa yang setiap hari terjadi. Dua kata ini merupakan kata antonim (lawan kata). Perbedaan keduanya bisa dilihat dari kehadiran matahari. Siang ditandai dengan matahari terlihat dan malam ketika matahari tidak terlihat. Begitulah proses alam dari siang berganti malam, malam berganti siang, dan seterusnya.


Sumber Gambar : http://sains-edy.upy.ac.id
Tapi, tahukah kamu kenapa bisa terjadi dua peristiwa alam tersebut? Ya, peristiwa alam ini terjadi tidak lain karena bumi berotasi pada porosnya. Bumi berputar searah dengan jarum jam jika dilihat dari kutub utara yaitu dari barat ke timur. Sebaliknya, bumi berputar berlawanan arah jarum jam jika dilihat dari kutub selatan. Proses ini menyebabkan matahari terbit di sebelah timur dan terbenam di barat.



sumber gambar : ilmugeografi.com
Sumbu berputar bumi tidak tegak lurus, namun sedikit mempunyai kemiringan 23,5 derajat. Kemiringan sumbu ini menyebabkan pembagian waktu siang dan malam yang tidak setara. Jadi sebagian belahan bumi lebih condong ke matahari sementara sebagian yang lain menjauhi matahari. Sebagian yang condong ke matahari akan mengalami waktu siang yang lebih lama dan suhu yang lebih hangat. Sedangkan sebagian yang menjauhi matahari akan mengalami waktu malam yang lebih panjang dan suhu yang lebih dingin.

Sekian, terimakasih :)


Referensi : ilmugeografi.com


Entri yang Diunggulkan

MAKAM SEWU